Monday, September 2, 2013

MAKNA GELANDANGAN YANG DIPANDANG SEBELAH MATA

Mensyukuri Nikmat Tuhan
"Langit Bagai Atap Rumahku, dan Bumi Sebagai Lantainya", syair lagu "Gelandangan" karangan bang haji Rhoma Irama mungkin sering terdengar di telinga kita, namun tahukah anda bahwa lagu tersebut memiliki makna yang begitu luas, salah satunya adalah menceritakan tentang kehidupan nasib gelandangan, sebagian orang menilai bahwa gelandangan selalu identik dengan hal-hal yang berbau pelanggaran, misalnya mencuri, minum-minuman keras, narkoba, dan lain-lain. Namun itu SALAH tidak semua gelandangan melakukan hal itu, sebenarnya mereka adalah saudara kita yang terkena musibah, dan menjadi tanggung jawab kita bersama, gelandangan ada karena ketidak pastian aturan mengenai orang-orang terlantar dan fakir miskin yang dibuat pemerintah, gelandangan ada karena kekejaman para pelaku kapitalisme yang merampas matapencaharian mereka, gelandangan ada karena banyaknya anak-anak yang putus sekolah atau tidak memiliki kemampuan untuk berkompetisi. 

Dibalik itu semua gelandangan mengajarkan kita agar selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan  tuhan kepada kita, gelandangn mengajarkan kita pada kesederhanaan hidup, arti hidup, dan perjuangan bertahan hidup. 

Kesederhanaan hidup, ialah dapat mensyukuri anugrah yang telah diberikan Tuhan, hidup tak berlebihan dan hidup sewajarnya, maksut dari sewajarnya ialah memperhatikan kedepan, mencari uang yang halal, dan sanggup memberikan manfaat bagi orang lain.
Kita amati kehidupan sehari-hari kita, setelah itu kita amati kehidupan para gelandangan dan coba kita bandingkan, pasti kita tak akan sanggup bila kita menjalani kehidupan layaknya gelandangan. suatu ketika ada beberapa anak gelandangan kami wawancarai, saat kami tanya mengenai Cita-cita dan harapan mereka, mereka menjawab " Kami ingin hidup layaknya teman-teman seusia kami, yang mana bisa sekolah, belajar, dan dapat uang jajan. Kami bercita-cita ingin menjadi Sopir Truck, Sopir Bus, dan kerja di pabrik" kita amati dari jawaban mereka, jawaban yang jujur dan penuh makna bagi kita semua, mereka ingin sekali bersekolah, mereka ingin sekali bekerja yang halal, namun kenyataan yang mereka alami sangat malang, mereka harus menerima pahitnya hidup, hidup di jalanan dan kesulitan buat makan sehari-hari.
Dari segi prestasi banyak sekali karya yang dibuat saudara kita yang kurang beruntung tersebut yakni  lagu/syair, karya drama, dan lain-lain, bahkan ada karya yang sudah membuat mereka sukses dan terkenal.

Kita lihat artis cilik Tegar, berkat  lagunya yang berjudul “Aku yang dulu bukanlah yang sekarang” kini dia menjadi sukses dan terkenal, Tegar dulunya seorang pengamen yang hanya bernyanyi di jalanan atau perkampungan, kini menjadi penyanyi terkenal dan sering show di acara-acara besar, bahkan sudah ke dapur rekaman.

Gelandangan adalah kisah perjuangan hidup untuk bertahan hidup dalam suatu kehidupan, andai alam dikembalikan seperti semula, tak ada teknologi, tak ada uang, tak ada sesuatu yang seperti saat ini, yang ada hanyalah alam dan manusia, apakah kita bisa bertahan hidup, tentu saudara-saudara kita yang hidup menggelandanglah yang tahan dan mampu melewati hidup tersebut.

Gelandangan, bukan karena mereka miskin, mereka kaya, kaya akan pengalaman hidup, pengalaman jalan, dan pengalaman-pengalaman lain yang notabenya kita tak memilikinya. Namun, seringkali kita memandang mereka dengan sebelah mata, padahal mereka sangat hebat, mereka sanggup menemui jati dirinya, mereka bisa jadi diri sendiri, sebab kenapa mereka terlahir di jalanan, dari kecil sudah merasakan susahnya hidup, namun juga tidak baik kalau membiarkan mereka terus menerus gelandangan, sebab bagaimana negara ini bisa maju kalau rakyatnya masih kesulitan makan dan tak bisa sekolah. Sebagai generasi penerus mari kita mulai dari diri kita sendiri agar sadar akan kemajuan bangsa, mari kita jadikan pelajaran bagi kita semua tentang kehidupan saudara-saudara kita yang kurang beruntung, dan kita upayakan agar tak ada lagi Anak Indonesia yang tak sekolah, tak ada lagi rakyat yang kelaparan, dan tak ada lagi rakyat yang hidup gelandangan.


No comments:

Post a Comment